MBG di Persimpangan: Efisiensi Jangan Kalahkan Keamanan Pangan

INDONESIA EMAS NEWS

- Redaksi

Kamis, 10 September 2026 - 22:56 WIB

506 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH – -Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dihadapkan pada pilihan memperkuat Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) atau menyerahkan sebagian penyediaan makanan kepada kantin sekolah.

Sejumlah elemen masyarakat mengingatkan pemerintah agar tidak mengambil jalan pintas. Makanan yang lebih dekat ke sekolah belum tentu lebih aman dan lebih bergizi.

Mereka menilai perubahan skema MBG harus didasarkan pada kajian yang jelas, terutama menyangkut keamanan pangan, standar gizi, kapasitas produksi dan pengawasan.

Ketua salah satu organisasi Media di Aceh Timur Nana Supriatna atau yang lebih akrab disapa Nana Thama, mengatakan SPPG yang bermasalah seharusnya diperbaiki, bukan langsung ditinggalkan.

“Kalau ada kekurangan, evaluasi dan perbaiki. Jangan karena persoalan di beberapa tempat, seluruh sistem kemudian dianggap tidak efektif,” ujarnya.

Sementara Ketua Dpc.AWPI (Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia)Nana Thama menilai kantin sekolah memang bisa dilibatkan, tetapi tidak boleh otomatis dianggap siap menggantikan SPPG.

“Harus ada standar yang jelas. Dapur, tenaga pengelola, bahan baku, kebersihan dan kandungan gizi semuanya harus diawasi,” katanya.

Mereka juga mengingatkan, jika titik pengolahan makanan diperbanyak, pengawasan justru berpotensi semakin rumit.

Karena itu, pemerintah diminta tidak sekadar mengejar efisiensi distribusi. MBG menyangkut makanan anak-anak dan uang negara. Standar keamanan, kualitas dan akuntabilitas tidak boleh menjadi korban perubahan skema.

SPPG boleh dievaluasi. Kantin sekolah boleh diberdayakan. Tetapi keputusan akhirnya harus berpijak pada satu hal: kepentingan penerima manfaat

Berita Terkait

Siapa Pemodalnya, Ratusan Alat Berat Tambang Emas Tanpa Izin di Nagan Raya Diduga Dibekingi Kuat
Tambang Emas Ilegal Geumpang Kembali Disorot, Dugaan Bisnis Besar di Balik Ratusan Alat Berat Dipertanyakan setelah Penertiban Menyasar Rakyat
Ketua Umum Bhayangkari Resmikan Secara Daring Bantuan Fasilitas Air Bersih di Gampong Cot Ara Kuta Blang
Ketika Tambang Ilegal Tetap Beroperasi, Publik Pertanyakan Pengawasan Pemerintah dan Aparat di Aceh Selatan
Alibi Perusahaan Tak Lagi Laku: Sengketa Geunang Jadi Contoh Buruk Bisnis Tambang Rakus Lahan
Perkuat Sinergitas, Kapolres Bireuen Hadiri Bazar Pasar Murah Sambut HUT TNI Ke-81
Lubuk Anas Bukan Lagi Tambang Kecil, Puluhan Ekskavator dan Dugaan Setoran Membuka Masalah Besar Aceh Selatan
Dugaan Tambang Cina di Geumpang Kembali Mencuat, Warga Mempertanyakan Mengapa Alat Berat dan Jalur Modal Belum Terbuka

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 02:52 WIB

Lubuk Anas Bukan Lagi Tambang Kecil, Puluhan Ekskavator dan Dugaan Setoran Membuka Masalah Besar Aceh Selatan

Berita Terbaru